Selasa, 02 Desember 2014

Gerimis Kerinduan

Dalam seluk beluk kisah,
Ada insiden yang merekah.....
Mencoba menggali Hikmah,
Ku geluti gelap dengan hati yang resah.....
Ku cari dimana ada yang salah,
Temui lemahku yg selalu jadi celah.....

Untuk kesekian kalinya aku termangu dalam haru,
Haru yang menggelayut diantara alibi yang jadi rancu.....
Seperti Anti-Toksin,
Kalbuku seolah kebal dari serangan racun dalam bathin.....
Awalnya mungkin bangga,
Namun risih ketika dirasa seolah diriku berbeda.....
Berbeda dari kebanyakan manusia,
Mampu merasa bahagia,
Namun jatuh Cinta pada rasa kecewa.....

Dan ku tak perlu sibuk untuk mengobati luka duka ini,
Semua perih ini berlalu di sisihkan oleh esensi dan harmoni.....
Seluruh imaji yang telah tersaji,
Perlahan lumer di tempa dinamika yang menguji.....

Yaa.....
Tak akan ada yang Abadi,
Meski nampaknya terlalu singkat tiap emosi ini ku cumbui.....

Rona Bahagia yang berkilau dalam retina,
Sekelibat redup redam seperti cahaya mentari di cakrawala saat berganti hari.....
Nada sendu dalam gemuruh runtuhnya hatiku,
Mendesis lalu padam seperti bisikkan malam yang hilang di balik temaram.....

Bukan karena aku haus akan pujian,
Toh ini bukan kisah kepahlawanan,
Hanya segaris jalan hidup anak manusia yang memilukan.....
Juga tak bermaksud membuat ini seolah berlebihan,
Siapa kiranya yang ingin selalu di rundung kesedihan,
Hanya ingin menuai benih Kearifan dari setiap kejadian.....

Sekiranya di beri satu doa yang langsung di kabulkan,
Aku hanya ingin memohon Ampunan dan sebuah jalan,
Jalan untuk menuntaskan semua Kewajiban di dunia yang sempat ku tangguhkan.....

Lalu duduk bersimpuh di bawah deraian hujan,
Dan pergi tak kembali dalam gerimis yang mengobati lelah dalam Kerinduan.....

Senin, 01 Desember 2014

Mihrab Kemesraan

Di pesisir lelahku hari ini,
Sudahi setiap alibi yg meracuni.....
Ku letakkan perkakasku yg berlumur serbuk kayu,
Basuh tanganku yg di tempeli sisa lem.....

Teguk air yg tercurah,
Bersihkan peluh yg membasahi kerah.....
Ku raih selendang ketenangan,
Ku rebahkan rindu di haribaan.....
Berlantun Kalam Suci Warisan Sang Nabi,
Merengkuh Khusyuk mengemis pada Ilahi.....
Ku Sulut sumbu lilin di wadah kaca,
Meraih indahnya cahya yg merona.....
Seperti Cinta yg membara,
Asmaraku menyala berkerumun gelap yg perlahan sirna.....

Seakan berada di ruang senyap,
Tanpa hiruk pikuk kota,
Bahkan tak ada detak jarum yg ku rasa.....
Lepas dari belenggu dunia,
Sesaat dalam Estetika yg menjadi Rahasia,
Bersemayam dalam Tenang pelukan-Nya.....

Seolah tak ingin ini berakhir,
Bahkan tubuhpun enggan untuk bergulir.....

Setelah ku Jamah lembaran lusuhnya,
Dan ku semai tiap bait Ayat-Nya.....
Kini ku kecup hangat Tiap lekuk tubuhnya,
Hirup mesra aroma semerbak yg mempesona.....

Beberapa saat kemudian,
Rasanya aku sedang di rundung kerinduan......
Bibirpun kering gemetaran,
Tak ingin ku tinggalkan Mihrab Kemesraan.....