Jumat, 14 November 2014

Biarkan Aku

Memudar merah di daratan Hampa,
Berkilau cahaya menghiasi sepi.....

Gelisah beralibi mengusik imaji,
Ku terdiam nikmati kopi sisa tadi.....
Ku renungi tiap motivasi,
Ku koreksi semua kebodohan ini.....
Coba menguak cacat jejak kehidupan,
Tergolek lemah ku dapati keadaan.....

Di antara dingin yg mengganggu,
Dan sunyi yg terus merayu.....
Ku hantam tiap alasan yg menjatuhkan,
Sematkan keterbatasan menjadi sebuah keharusan.....

Bertindak atau terinjak.....
Berlari atau di lukai.....
Berjuang atau terus jadi yg terbuang.....

Di sisi gelap ku robek keraguan,
Ku patahkan tiap palang yg menakutkan.....
Ini seperti tiap falsafah yg ku arungi,
Hanya kini adalah saatnya untuk menari.....
Di tengah gempita cara dan siasat,
Menembus teori dan setumpuk nasehat.....

Ada banyak jalan untuk sampai di tujuan,
Sementara materi bukan inti dari pencapaian.....

Biar ku temukan jalanku sendiri.....
Jika ingin berperan,
Maka jadilah sebagai sandaran,
Dan jagalah ruang keistimewaan.....
Kelak kan ku tunjukkan Puncak Indah yg sering kamu impikan,
Atau nyanyian di lembah sunyi yg kerap kamu lantunkan.....

Simpan Imajimu,
Biar ku bentangkan Harmoni yg tak bertepi.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar