Hari ini... Ku teringat kembali,
Hembusan angin yg menyambut kita di Puncak Tertinggi...
Debu-debu yang berhamburan,
Ku lihat melekat di kulit sepatu yang kau pakai...
Kau terlalu muda untuk berakhir kawan,
Aku pun sulit untuk percayai ini...
Tapi itulah takdir,
Biar ku terima dan coba mengerti...
Meski masih banyak tanya yang tersimpan dalam lebat'y belantara...
Betapa kau membuatku selalu teringat senja itu...
Pendakian terakhir yang kita lakukan bersama...
Layak'y di rumah sendiri,
Kita berbaring diatas matras dalam rangkulan kabut senja di Rimba Salak...
Menatapi rimbun'y pepohonan dan monyet-monyet yang bergelantungan...
Rasa'y ingin ku ulangi lagi waktu,
Namun kini ku hanya bisa menyimpan'y...
Akan ku tanamkan semua Citamu dalam tiap langkahku...
Termasuk hari ini...
Kau lihat kawan...
Betapa indah'y tempat ini ...
Ku yakin kau akan senang dan bahagia berada disini...
Hanya sebuah batu bertuliskan namamu yang ku ukir...
Yang membuatku slalu rindu akan celotehmu,
Yang membuatku teringat kejadian-kejadian lucu itu...
Kau tetaplah saudaraku...
Dan darahmu mengalir dalam darahku ...
to : Alm. Bayu Prayoga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar