Teriknya Mentari menyaksikan apa yang telah terjadi ...
Aku adalah Satu,
Dari sebagian banyak daun dari sebuah pohon yang besar ...
Angin yang menuntunku,
Untuk telusuri benang yang menjulur penuh cahaya ...
Disaat semua daun yang berbeda berkumpul,
Aku seakan terasingkan,
Di tengah megahnya keyakinan ...
Bahkan di antara kumpulan sedarah,
Aku seperti Sendiri ...
Semua tertutup,Semua seakan buta ...
Menatap aku yang telah berbeda barisan dari mereka...
Aku hanya menarik bibirku,
Senyum ku berhujat lembut penuh kebisuan ...
Aku anggap ini sebagai indahnya perbedaan,
karena Ego dan Sejarah telah membutakan mereka ...
Sabtu, 15 November 2014
Pohon Yang Besar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar